KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Stroke bisa menyerang Anda, saya atau siapa saja secara mendadak, tanpa tanda-tanda atau gejala apa pun ! Waspadalah ! Berhati-hatilah !

Bilamana orang yang Anda cintai terserang stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta paksa dirawat di ruang gawat darurat (UGD) atau Intensive Care Unit (ICU). Walaupun, pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa benar-benar minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD dan kondisinya stabil, segera hubungi Sinshe Hans di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp 0819 3261 8088, 0823 1151 9911. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Pasien-pasien stroke yang dirawat di Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.

Selain Klinik Stroke Nusantara, kami juga menjual dan menyewakan ranjang rumah sakit: ranjang-rumah-sakit.com; kursi roda: kursi-roda.com, sewakursiroda.com, kursirodabekas.com; tabung oksigen: tabungoksigen.net, sewatabungoksigen.com, tabungoksigenbekas.com; regulator oksigen: regulator-oksigen.com; selang ngt silicon: selangngt.com, selang oksigen: selang-oksigen.com; sarung tangan karet: sarungtangankaret.com; alat bantu jalan: alatbantujalan.com; perawat orang sakit: yayasanperawatindonesia.com; kasur decubitus: sewakasurdecubitus.com; suction pump: sewasuctionpump.com; selang NGT: selangNGT.com; urine bag: urine-bag.com dan alat kesehatan lainnya.

Untuk konsultasi & terapi, silakan hubungi
Sinshe Hans
di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp 0819 3261 8088, 0856 8361 333 dan 0823 1151 333. (... Tarif jasa per sekali datang terapi ke rumah atau rumah sakit Rp. 400.000,- untuk wilayah Jakarta dan
Rp 450.000 untuk Tangerang, Depok, dan Bekasi)

Wednesday, May 17, 2017

Jangan Sepelekan Tidur

BEBERAPA waktu lalu kita dikagetkan oleh berita kecelakaan kereta api yang terjadi di Jawa Tengah dan menewaskan puluhan orang penumpang. Pesawat milik maskapai penerbangan Airi India juga mengalami kecelakaan dan menewaskan sekitar 160 penumpangnya November lalu. Dua kecelakaan maut tersebut disinyalir karena masinis kereta api dan pilot pesawat terbang tersebut mengantuk saat mengemudi.

Masalah tidur memang dapat mengakibatkan banyak dampak negatif, dua kecelakaan di atas misalnya terjadi karena kedua pengemudi tersebut kurang  tidur sehingga saat harus bertugas mereka mengantuk dan menurun daya konsentrasinya.

Banyak diantara Non-REM dan tidur REM yang masih meremehkan masalah tidur, padahal tidur sangat penting bagi tubuh kita. Masalah tidur ini dibahas dalam acara Cikini Medicine Update November silam.

TIDUR DALAM DUNIA KESEHATAN
Dunia kesehatan mulai tertarik pada masalah “tidur” sejak ditemukannya istilah tidur REM (Rapid Eye Movement) dan hubungan tidur REM dengan mimpi oleh Kleitman & Aserinsky pada tahun 1952, pada tahun 1957 Dement & Kleitment menemukan siklus tidur yang terdiri dari tidur Non-REM dan tidur REM.

Setiap malam kita mengalami 4-6 kali siklus NREM dan REM, masing-masing siklus berlangsung sekitar 90-110 menit. Non-REM adalah fase tidur yang relatif tidak aktif. Sedangkan pada fase REM disebut juga tidur aktif atau tidur mimpi ditandai aktivasi gelombang EEG, pernapasan, dan detak jantung yang tidak teratur. 80 persen orang yang terbangun menyadari kalau dia baru mengalami mimpi, sisanya mengalami mimpi tapi tidak ingat.

RAGAM GANGGUAN TIDUR
Menurut Dr. Rimawati Tedjasukmana SpS, Neurolog yang juga merangkap sebagai seorang sleep scientist, kurang tidur menimbulkan beragam efek yang tak boleh kita kesampingkan begitu saja.

“Orang yang kurang tidur 10 kali lebih sering masuk rumah sakit, 5 kali lebih sering minum obat-obatan penenang, dua kali lebih sering berobat ke dokter, 2 kali lebih sering mengalmi kecelakaan, 7 kali lebih rentan mengalami kecelakaan kerja, 3 kali lebih sering membolos dari kantor dan rentan terhadap gangguan cemas, depresi, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke dan diabetes melitus,” papar dr Rima.

Gangguan tidur juga turut andil dalam menurunkan kualitas hidup. Asal tahu saja, seorang dengan gangguan tidur tidak dapat berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan yang membutuhkan konsentrasi seperti menonton film dan menonton acara favorit di televisi.

Terdapat beberapa gangguan tidur yang banyak dialami di masyarakat kita misalnya insomnia sleep related breathing disorder, hypersomnia of central origin, circadian rhytme disorder, parasomnia. Berikut gejala masing-masing gangguan.

Pertama, Insomnia. Gangguan tidur ini kerap dikeluhkan banyak orang. Insomnia adalah jenis gangguan tidur yang ditandai dengan gejala kesulitan untuk memulai tidur, lama waktu tidur yang berkurang, padahal penderita punya cukup waktu untuk tidur, kualitas tidur kurang baik yang terjadi berulang  kali, dan acapkali merasa tidak tidur. Jika gangguan insomnia terjadi pada malam hari, maka saat siang hari penderita akan merasa kelelahan, capek, sering lupa, tidak konsentrasi dan sering marah-marah.   
Kedua, Sleep related breathing disorder. Sleep related breathing disorder adalah gangguan tidur yang tekait dengan masalah pernapasan. Jenis yang paling sering terjadi adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). Dr. Hsu Pon Poh, kepala departemen Otolaryngology Changi General Hospital Singapore, yang merupakan salah satu pembicara dalam seminar mengutarakan bahwa pada studi yang dilakukan di Singapura diperkirakan OSA dialami oleh 15% populasi lokal dan pria 2 kali lebih sering mengalami gangguan ini dibanding wanita.

Pada OSA terjadi hambatan pada jalan napas baik total atau sebagian saat penderita tidur, otot-otot pada bagian belakang saluran napas mengalami relaksasi dan menghambat saluran napas bagian atas, akibatnya pasien sering terbangun saat tidur. Gejala yang terlihat pada penderita adalah tidur mendengkur, mengantuk pada siang hari, sakit kepala dan tenggorokan terasa kering pada pagi hari.

Hypersomnia oleh central origin
Gangguan yang temasuk dalam kategori hypersomnia oleh central origin adalah narcolepsy. Narcolepsy adalah sindrom yang ditandai oleh rasa kantuk yang berlebihan sehingga pasien gampang sekali tertidur, saat sedang berbicara pun pasien bisa tertidur.

Circadian Rhythm Sleep Disorders
Gangguan in terjadi akibat perubahan pola tidur dan bangun yang terkait dengan irama sirkadian. Misalnya pada pekerja yang memakai sistem shift, dapat terjadi gangguan tidur akibat pergantian dari shift siang ke shift malam yang selalu berganti-ganti.

Parasomnia.
Parasomnia adalah kegiatan atau pengalaman yang tidak disadari terjadi sesaat akan tidur atau selama tidur. Anda mungkin pernah merasa sudah bangun tapi tidak bisa bergerak, orang awam menyebut dengan istilah ketindihan, ini adalah salah satu bentuk parasomnia yang disebut dengan istilah recurrent isolated sleep paralysis. Contoh lain dari parasomnia adalah seorang yang berjalan saat tidur, mengalami sleep terror (terbangun dari tidur dan berteriak-teriak) dan juga mengompol.  

NYERI KEPALA HINGGA STROKE
Tidur memiliki hubungan erat dengan nyeri kepala. “Tidur dapat meredakan nyeri kepala dan tidur juga dapat mencetuskan nyeri kepala” papar  Dr. Freddy Sitorus, staf pengajar Departemen Neurologi FKUI/RSCM yang juga menjadi pembicara dalam acara yang sama. Beberapa penelitian menyimpulkan 17 persen penderita nyeri kepala mengeluhkan nyeri kepala saat bangun tidur di pagi hari.

Beberapa jenis ganggun tidur memang biasa dikaitkan dengan nyeri kepala misalnya OSA dan parasomnia. Gangguan tidur juga erat kaitannya dengan penyakit stroke. Stroke sering terjadi saat tidur di pagi hari. Mendengkur dikatakan merupakan faktor risiko penyakit stroke, karena dikaitkan dengan OSA yang berpengaruh buruk pada sistem jantung dan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Hampir dua pertiga penderita stroke mengalami gangguan OSA.

Gangguan-gangguan tidur tersebut disebabkan oleh banyak faktor terkait dengan faktor fisik misalnya penyakit yang diderita pasien, faktor psikis misalnya stres, depresi atau, faktor makanan misal makanan yang mengandung kafein seperti kopi dan alkohol dan faktor-faktor lain  misalnya kondisi cuaca yang tidak mendukung, tidur siang yang berlebihan dan pasangna tidur yang membuat tidak nyaman.

Tatalaksana gangguan tidur sangat tergantung dari jenis gangguan tidur dan penyebabnya. Jika Anda mengalami gangguan tidur hingga mengganggu aktivitas Anda di siang hari maka segeralah berkonsultasi dengan dokter neurolog Anda, dokter akan melakukan analisa cara mendalam dan mendiskusikan terapinya kepada  Anda. @DK   

Daun Dewa. Cantik di Teras, Stroke pun Tumpas

Selain penampilannya yang unik, tanaman ini sudah lama dikenal punya banyak khasiat. Salah satunya mengatasi stroke.

Siapa tak kenal tanaman satu ini. Apalagi, tampilannya punya keunikan tersendiri. Daunnya berwarna hijau tua dengan garis ungu di tepinya. Warna daun bagian atas lebih tua ketimbang bagian bawah, sementara kedua permukaan daun memiliki bulu-bulu halus. Bentuk daun bulat memanjang, dengan tepi berlekuk, bertangkai daun sangat pendek. Lalu, batangnya berambut halus, lunak, dan berwarna ungu kehijau-hijauan. Tinggi batangnya hanya 10-25 cm. Nama tanaman ini adalah daun dewa (Gynura segetum).

Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya mirip kancing, dan berbentuk seperti kumpulan benang sari berwarna kuning cerah setelah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecokelatan. Di Jawa tengah, ia disebut sambung nyawa (Jawa Tengah). Orang Cina menyebutnya san qi cao. Mengingat orang-orang Cina pada akrab dengan daun dewa, maka tanaman  ini juga diberi nama beluntas Cina. Beluntas adalah tanaman yang sekerabat dengan daun dewa.

Tuesday, May 16, 2017

Olahraga Penurun Kolesterol

KOLESTEROL berlebih merupakan salah satu faktor risiko timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Olahraga merupakan salah satu cara ampuh mengikis tumpukan kolesterol dalam tubuh selain diet. Jenis olahraga apa yang cocok?

“Berolahraga dapat meningkatkan ukuran dan jumlah protein pengangkut kolesterol  jahat (LDL) dalam darah. Penurunan 1% LDL dapat mengurangi 2%-3% risiko penyakit jantung koroner maupun stroke,” ujar spesialis olahraga dr Rachmad Wishnu SpKO di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk menurunkan kolesterol, menurut Rachmad, yang cocok adalah jenis olahraga pembakar lemak. Antara lain, jalan cepat, joging, bersepeda, renang, dan senam aerobik.

“Kecuali bagi penderita obesitas, joging tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan cedera pada sendi-sendi tubuh seperti lutut,” ujarnya.  

Sebaiknya, olahraga tersebut dilakukan 40-60 menit atau 2x20-30 menit. Durasi itu belum termasuk pemanasan sebelum berolahraga dengan frekuensi olahraga lima kali per minggu.

“Bagi pemula, kuncinya adalah bertahap, mula-mula tiga kali seminggu baru nanti lima kali seminggu,” imbuh Rachmad. (*/S-3)

Sunday, May 14, 2017

Menjadi Genius Setelah Gegar Otak

Beberapa orang memang dilahirkan menjadi genius, minimal telah memiliki bakat sejak kecil. Namun, seorang penjual mebel dari Washington, Amerika Serikat, Jason Padgett, mendadak genius setelah gegar otak. Tahun 2002, Padgett cedera dan trauma otak setelah diserang dua orang di luar bar. Setelah sembuh, Padgett tiba-tiba menjadi genius matematika yang mampu melihat dunia melalui lensa geometeri. Kini, ia  memiliki kemampuan merumuskan konsep-konsep fisika dan matematika yang rumit, padahal sebelumnya sama sekali tak paham. Berit Brogaard, profesor filosof dari University of Miami, Florida, As, yang menelitinya menemukan gegar otak itu membuka bagian otak kiri Padgett sehingga membuatnya mampu melihat segala sesuatu di dunia itu sebagai struktur matematika. Brogaard belum mengetahui apakah kemampuan Padgett itu bersifat permanen atau temporer. Namun, menurut dia, dalam otak setiap orang sebenarnya ada  kemampuan tersembunyi  yang jika diaktifkan akan membuat seseorang menjadi genius. (LIVESCIENCE/AIK)

Tuesday, March 28, 2017

Aktor Senior Rachmat Hidayat Meninggal

Rachmat Hidayat meninggal dunia di usia ke-83 tahun. Aktor senior itu meninggal akibat penyakit komplikasi yang dideritanya beberapa waktu terakhir. Rachmat mengembuskan napas terakhir di rumah Sakit Borromeus, Bandung, Minggu (14/6) pukul 04.30 WIB. Almarhum telah dikebumikan di pemakaman keluarga daerah Banjaran, Kabupaten Bandung di hari yang sama.

Aktor yang lahir pada 3 Juli 1933 itu rupanya telah sepuluh hari menjalani perawatan di rumah sakit Borromeus karena sakit stroke. Rachmat yang seharusnya dijadwalkan pulang di hari Minggu (14/6) ke rumah karena kondisinya mulai membaik, justru pulang ke pangkuan Sang Pencipta untuk selama-lamanya. 

Menurut kerabat dekat, Rachmat masuk rumah sakit lantaran mengalami sesak napas. "Masuk RS karena sesak napas. Terus dicek ke laboratorium ternyata ada sakit jantung juga," ungkap Arika, menantu Rachmat.

Diketahui dari Arika, sebelum meninggal, sang istri almarhum sempat merasakan sebuah firasat aneh, "Ibu mertua bilang kalau Bapak sebelum masuk rumah sakit panggil nama Olga. Katanya Olga manggil Bapak," imbuh Arika, seperti dikutip media online.

Sederet artis dan pejabat turut mengucapkan belasungkawa di rumah duka. termasuk Wali Kota Bandung Ridwal Kamil. Aktor senior yang pada tahun 2014 lalu meraih penghargaan piala Lifetime Achievement di IMA ini dikenal luas pergaulannya dan menjadi kebanggaan Kota Kembang.

Rachmat tercatat sebagai salah satu aktor besar Indonesia. Kariernya dimulai lewat film Toha, Pahlawan Bandung Selatan pada 1961. Sedangkan film terakhir yang dibintangi Rachmat berjudul Si Kabayan Cari Jodoh (1994).

Kemampuan akting Rachmat tak perlu diragukan. Sebagai bukti, aktor yang memiliki kumis khas ini telah menyabet sejumlah penghargaan bergengsi di Tanah Air. Rachmat meraih prestasi gemilang selama berkarier di industri perfilman. Dia pernah meraih Best Actor PWI Jaya (1971) lewat The Big Village (Dusun Besar). Selain itu, tiga piala citra telah diraihnya dalam Festival Film Indonesia, yakni Apa Salahku (1977), Pacar Ketinggalan Kereta (1989), dan Boss Carmad (1991).

Tak kurang 94 judul film telah dibintangi pria yang hobi mengendarai sepeda motor besar ini. Film-film Rachmat yang cukup terkenal di antaranya: Lewat Tengah Malam (1971), Ayah (1973), Bulan di Atas Kuburan (1973), Tangisan Ibu Tiri (1974), Petualangan Cilik (1977), Badai Pasti Belalu (1977), Kembang Semusim (1980), Lima Cewek Jagoan (1980), dan masih banyak lagi. 

Selain film, Racmat juga bermain di beberapa judul sinetron di tahun 1990-an, di antaranya Sahabat Pilihan dan Pondok Pak Jon. Rachmat tak hanya berlaga di depan layar. Kepeduliannya pada dunia sinema Indonesia mendorongnya terlibat organisasi Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Pada 1971, dia pernah menjabat sebagai Ketua Parfi Cabang Bandung selama dua periode. @Andy 

Tenaga Medis Kurang Tanggap

Selasa (22/3) sekitar pukul 15.00, ayah saya datang ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Tangerang karena tiba-tiba sulit menelan dan lengan kanannya lemas. Ia curiga itu tanda-tanda stroke, yang pernah dua kali menyerangnya. 

Namun, dokter jaga justru menyuruh ayah saya pulang karena kondisinya dianggap tidak gawat dan saat itu tak ada dokter spesialis saraf. Ayah juga disarankan berkonsultasi dengan dokter saraf di rumah sakit swasta saja.

Di rumah, kondisi ayah makin parah. Ia sama sekali tidak bisa  minum dan menelan makanan. Lengannya makin lemah. Ia kembali diantar ke IGD RSUD Tangerang. Namun, sejak tiba pukul 19.30 hingga, saya menyusul tiga jam kemudian, tidak ada tindakan. Setahu saya pasien stroke sebaiknya ditangani sebelum enam jam sejak serangan.

Alasan belum adanya tindakan karena dokter belum mengecek statusnya. Setelah didesak, baru dokter mengecek status ayah saya, yang diteruskan perawat dengan memberi infus, merekam jantung (elektrokardiogram, EKG), cek laboratorium, dan CT (Computerized Tomography) scan.

Namun, setelah itu ayah saya diminta lagi menunggu dokter penanggung jawab ruangan, yang hingga pukul 06.00 tidak dapat dihubungi. Ayah harus menunggu lagi untuk mendapatkan obat dan pindah ke kamar perawatan.

Akibat penanganan yang bertele-tele, kondisi ayah makin buruk. Atas saran dokter spesialis saraf, kami memindahkan ayah ke RS swasta untuk mendapat tindakan Digital Substraction Angiography (DSA), untuk melihat kondisi pembuluh darah di otak. Menurut dokter yang menangani ayah di RS ini, jika ditangani dalam 4,5 jam pertama setelah serangan stroke, kondisinya mungkin tidak seburuk ini.

Saya sangat kecewa kepada RSUD Tangerang dan para petugas medisnya dalam melayani, terutama  peserta BPJS Kesehatan. Mengapa mereka tidak peduli kepada pasien yang memercayakan nyawanya kepada  mereka? Padahal, di dinding IGD terpampang moto RSUD Tangerang: "Memberikan Pelayanan Melebihi Harapan Pelanggan".

Amanda
Jl. Akasia Kota Bumi, Pasar Kemis, Tangerang  

Monday, March 27, 2017

Merawat Ibu di Rumah

Pertanyaan oleh M di B
Ibu saya berumur 72 tahun sejak tiga bulan ini kami rawat di rumah. Sebelumnya ibu saya baru selesai perawatan di rumah sakit karena  stroke. Ayah sudah meninggal lima tahun lalu dan sejak itu ibu tinggal serumah dengan kami sekeluarga, yaitu dengan suami saya dan dua anak saya yang masih remaja. Ibu cukup lama dirawat di rumah sakit karena, selain stroke, ibu saya juga terserang pneumonia. Justru perawatan dilakukan terutama  terhadap penyakit pneumonia yang dimiliki ibu. Untunglah pneumonianya dapat diatasi dan beliau dapat tetap dirawat di ruang biasa. Meski demikian, ibu tidak betah dirawat di rumah sakit. Ibu hanya dapat bicara sedikit dan selalu yang dikatakannya adalah keinginan untuk pulang.

Kami berunding dengan dokter yang merawat dan akhirnya ibu diizinkan untuk dirawat di rumah. Namun, sebenarnya ibu harus tetap dipantau. Karena itu, seminggu sekali dokter dan perawat berkunjung ke rumah. Kunjungan dilakukan oleh tim home care rumah sakit. Saya baru mengetahui ada layanan home care. Dan ternyata sangat bermanfaat bagi kami. Saya dan suami masih bekerja. Karena itu, kami mempekerjakan petugas pendamping orang sakit untuk ibu saya dari pukul 08.00 sampai 17.00. Selama petugas pendamping rumah sakit tidak ada, saya dan anak-anak yang akan mengurus kepentingan ibu. Ibu harus dimandikan di tempat tidur karena hanya mampu tiduran di tempat tidur. Harus sering dimiringkan ke kanan dan ke kiri. Makan dan minumnya harus dibantu. Sudah tentu obat-obatan harus diberikan pada waktunya.

Seluruh hasil pemeriksaan dicatat sehingga pada kunjungan tim home care akan dievaluasi secara bertahap. Dokter tim home care juga meminta pemeriksaan laboratorium yang diperlukan. Sekarang pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan di rumah.

Kami merasa bersyukur dengan adanya layanan ini. Apakah semua rumah sakit sudah mempunyai layanan home care? Ibu saya berstatus pensiunan pegawai negeri sehingga untuk pembayaran berobat di rumah sakit dapat menggunakan fasilitas BPJS. Namun, sampai sekarang saya belum dapat menggunakan fasilitas BPJS  untuk layanan di rumah, terutama untuk kunjungan tim home care.

Jawaban oleh Samsuridjal Djauzi
Sekarang memang masa tinggal (length of stay) di rumah sakit diusahakan menjadi singkat. Bahkan, masa tinggal tersebut menjadi salah satu tolok ukur mutu layanan rumah sakit. Namun, penderita penyakit kronik memang cenderung memerlukan perawatan lebih lama. Seperti yang ibu alami, maka dewasa ini telah ada layanan kunjungan ke rumah dari tim home care rumah sakit. Memang belum semua rumah sakit  mempunyai layanan ini, tetapi semakin lama layanan ini semakin banyak. Rumah sakit menyadari  perawatan yang lama di rumah sakit, selain dari segi ekonomi lebih mahal, risiko untuk terkena infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi di rumah sakit) juga meningkat. Karena itu, layanan kunjungan perawatan di rumah semakin ditingkatkan.

Pemantauan pasien, jika diperlukan, juga dapat dilakukan oleh rumah sakit melalui kunjungan ke rumah. Di negara maju, pemantauan perawatan di rumah dapat dilakukan oleh pelayanan primer, dokter puskesmas, ataupun dokter praktik. Sudah tentu perlu koordinasi yang baik dengan rumah sakit. Keuntungan dengan melibatkan layanan kesehatan primer adalah biasanya upaya pencegahan juga dapat dimasukkan dalam pelayanan rumah dan jarak layanan primer ke rumah penderita lebih dekat, sehingga biaya pun jauh lebih murah.

Layanan perawatan di luar rumah sakit pada umumnya lebih disukai oleh pasien dan keluarga. Pasien merasa lebih nyaman di tengah keluarga bahkan mungkin di kamar tidurnya sendiri. Keluarga juga tak repot harus setiap hari berkunjung. Sudah tentu dengan adanya orang sakit yang dirawat di rumah keluarga harus menyiapkan dan menyesuaikan diri. Apalagi perawatan di rumah sering memakan waktu lama. Anak-anak, pembantu, dan keluarga lain harus disiapkan dan dilibatkan dalam perawatan.

Dengan teknologi komunikasi saat ini, keadaan pasien, misalnya terjadi kulit yang kemerahan, dapat difoto dengan telepon genggam lalu dikirim ke dokter. Begitu pula nasihat dokter dapat terekam dengan baik apalagi jika dikirim melalui pesan singkat atau cara pengiriman lainnya. Sudah tentu perawatan di rumah juga menghadapi berbagai tantangan.