KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Stroke bisa menyerang Anda, saya atau siapa saja secara mendadak, tanpa tanda-tanda atau gejala apa pun ! Waspadalah ! Berhati-hatilah !

Bilamana orang yang Anda cintai terserang Stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta dirawat di ruang gawat darurat. Walaupun, ... pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena Stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD, hubungi Sinshe Hans Hp 0819 3287 2211. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Pasien-pasien stroke yang dirawat Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.



Untuk informasi & terapi kunjungan, silakan hubungi Sinshe Hans di Hp 0819 3287 2211

(... Tarif jasa per sekali terapi ke rumah atau rumah sakit
Rp. 250.000,-)

Friday, May 7, 2010

TUNJUKKAN MARAHMU!

STUDI institut Riset Stres Universitas Stockholm, Swedia, menemukan kaum pria yang menyembunyikan amarahnya saat diperlakukan tidak adil di tempat kerja berpeluang lima kali lebih tinggi mengalami serangan jantung. Demikian hasil penelitian terhadap 2.755 pria yang belum pernah mengalami serangan jantung pada 1992-2003.
 
Di akhir masa studi, 47 partisipan mengalami serangan jantung atau meninggal dunia karena penyakit jantung. Banyak dari mereka diam-diam mengalami perlakukan tidak adil di tempat kerja.

"Setelah menyesuaikan dengan faktor usia, sosioekonomi, perilaku berisiko, ketegangan kerja dan faktor-faktor risiko biologis, terdapat hubungan respons dekat antara penanganan diam-diam dan risiko insiden myocardial infarction (serangan jantung) atau kematian karena masalah jantung," tulis para peneliti di Journal of Epidemiology and Community Health.

Penanganan diam-diam adalah 'membiarkan masalah berlalu tanpa mengucapkan apa-apa' meski merasa diperlakukan tidak adil. Pria yang kerap menggunakan teknik ini berpotensi dua sampai lima kali lebih besar mengalami serangan jantung.