KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Stroke bisa menyerang Anda, saya atau siapa saja secara mendadak, tanpa tanda-tanda atau gejala apa pun ! Waspadalah ! Berhati-hatilah !

Bilamana orang yang Anda cintai terserang Stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta dirawat di ruang gawat darurat. Walaupun, ... pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena Stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD, hubungi Sinshe Hans Hp 0819 3287 2211. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Pasien-pasien stroke yang dirawat Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.



Untuk informasi & terapi kunjungan, silakan hubungi Sinshe Hans di Hp 0819 3287 2211

(... Tarif jasa per sekali terapi ke rumah atau rumah sakit
Rp. 250.000,-)

Monday, October 4, 2010

Hidroterapi untuk Problem Stroke

Hidroterapi telah lama digunakan oleh para penderita stroke. Seperti apa terapinya? Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan air. "Bahkan, untuk dapat bekerja normal, otak membutuhkan komponen air sebanyak 90%, dan darah membutuhkan kadar air sebanyak 95%," kata Dr Don Colbert, MD, ahli nutrisi dan penulis buku The Seven Pillars of Health dari Florida, AS. Di dalam tubuh, air berperan dalam proses metabolisme: membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh melalui darah, mengatur suhu tubuh, sebagai pelumas persendian, unsur pembentuk darah, serta sekresi cairan seperti air mata, air liur dan lain-lain.

Di luar tubuh, pemanfaat air untuk pengobatan telah tercatat dalam sistem pengobatan Mesir kuno, misalnya, raja dan kalangan bangsawan mempunyai kebiasaan untuk berendam di dalam air yang diberi minyak essential dari bunga-bungaan untuk menghilangkan kelelahan. Sementara, di Yunani, sejak tahun 500 SM, air telah dimanfaatkan untuk mengatasi cedera otot yang dialami para atlet di arena Olympiade.

Khusus untuk stroke, digunakan kolam air hangat 31 - 33 derajat Celsius. Di dalam air, anggota tubuh yang sulit digerakkan di darat, karena adanya kekakuan otot dan persendian, akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelenturannya. Ini karena ada beberapa efek fisika air, seperti gaya apung air (buoyancy, efek thermal (suhu air), serta efek hidrostatik (daya tekan), dan hidrodinamik (daya gerak) air yang berpengaruh pada saat proses terapi  latihan berjalan.