KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Stroke bisa menyerang Anda, saya atau siapa saja secara mendadak, tanpa tanda-tanda atau gejala apa pun ! Waspadalah ! Berhati-hatilah !

Bilamana orang yang Anda cintai terserang Stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta dirawat di ruang gawat darurat. Walaupun, ... pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena Stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD, hubungi Sinshe Hans Hp 0819 3287 2211. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Pasien-pasien stroke yang dirawat Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.



Untuk informasi & terapi kunjungan, silakan hubungi Sinshe Hans di Hp 0819 3287 2211

(... Tarif jasa per sekali terapi ke rumah atau rumah sakit
Rp. 250.000,-)

Wednesday, November 10, 2010

Ayah Ayin Terpidana Kasus Suap Meninggal Dunia

Arthalita Suryani yang dikenal sebagai Ayin, 47, terpidana kasus suap dengan vonis 4 tahun 6 bulan, menjenguk ayahnya Ali Susilo yang meninggal dunia. Arthalita Suryani hadir di Bandarlampung, Senin (8/11) siang, menggunakan helikopter carteran dari Jakarta.

Ali Susilo, 87, yang dirawat di ruang ICU RS Immanuel karena sakit stroke, meninggal saat akan diterbangkan ke Singapura, sekitar pukul 21:10.

Keluarga hendak membawa Ali Susilo ke Singapura untuk dirawat di RS Mount Elizabeth. Pesawat sewaan sudah stand by di Bandara Radin Inten II menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Dari sana, pesawat milik maskapai Susi Air itu bertolak ke Singapura.

Akan tetapi ditunda karena kondisi Ali yang terserang stroke berat, belum stabil. Ali Susilo kemudian meninggal.