KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Stroke bisa menyerang Anda, atau siapa saja secara mendadak, tanpa tanda-tanda atau gejala apa pun ! Waspadalah ! Berhati-hatilah !

Bilamana orang yang Anda cintai terserang stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta paksa dirawat di ruang gawat darurat (UGD) atau Intensive Care Unit (ICU). Walaupun, pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa benar-benar minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD dan kondisinya stabil, segera hubungi Sinshe Hans di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp (WA) 0819 3261 8088. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Pasien-pasien stroke yang dirawat di Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.

Selain Klinik Stroke Nusantara, kami juga menjual dan menyewakan ranjang rumah sakit: ranjang-rumah-sakit.com; kursi roda: kursi-roda.com, sewakursiroda.com, kursirodabekas.com; tabung oksigen: tabungoksigen.net, sewatabungoksigen.com, tabungoksigenbekas.com; regulator oksigen: regulatoroksigen.com; selang ngt silicon: selangngt.com, selang oksigen: selang-oksigen.com; sarung tangan karet: sarungtangankaret.com; alat bantu jalan: alatbantujalan.com; perawat orang sakit: yayasanperawatindonesia.com; kasur decuitus: sewakasurdecubitus.com; suction pump: sewasuctionpump.com; selang NGT: selangNGT.com; urine bag: urine-bag.com dan alat kesehatan lainnya.

Untuk konsultasi & terapi, silakan hubungi
Sinshe Hans
di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp 0819 3261 8088, dan 0813 1261 3636. (... Tarif jasa per sekali datang terapi ke rumah atau rumah sakit Rp. 400.000,- untuk wilayah Jakarta dan
Rp 450.000 untuk Tangerang, Depok, dan Bekasi)

Wednesday, December 20, 2017

Fibrilasi Atrium: Kencangnya Degup si Jantung

Jangan anggap remeh degupan jantung Anda. Irama yang cepat bisa bikin fatal.

Biasanya jantung yang berdegup kencang terjadi karena berolahraga, terkejut atau bertemu dengan orang yang disayangi. Akan tetapi jika jantung berdegup kencang tanpa sebab, wah, Anda musti waspada, nih! Bisa jadi Anda sedang mengalami kelainan irama jantung atau biasa disebut dengan Fibrilasi Atrium (FA). Kelainan ini disebabkan dari gangguan sinyal listrik pada serambi jantung sehingga membuatnya tidak berfungsi dengan baik. Apa akibatnya? Stroke!

Walaupun penyebab stroke cukup banyak, namun gejala pertama seseorang yang terkena FA itu adalah stroke.

“Penyebab stroke itu banyak, faktor lainnya juga termasuk hipertensi. Yang perlu dicatat adalah jika seseorang hipertensi untuk menjadi stroke itu membutuhkan waktu yang lama, bertahun-tahun sampai pembuluh darahnya rusak, gampang pecah atau alirannya terhambat. Tapi kalau orang yang menderita FA cukup 48 jam dia bisa terkena stroke, jadi sangat serius. Makanya 40% penderita FA memiliki gejala pertama itu stroke. Dia tidak menyadari, tahu-tahu sudah stroke dan ternyata FA,” jelas Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI.

Lalu, penanganan seperti apa yang harus dilakukan pada penderita FA?
Pengobatan pertama untuk penderita FA adalah mengonsumsi obat. “Mengonsumsi obat terdiri dari tiga pendekatan. Satu, obat pengencer darah untuk mencegah stroke. Kedua, obat untuk mengendalikan laju supaya tidak cepat. Ketiga, obat untuk mengembalikan irama FA ke irama normal lagi, jelas Yoga.

Nah, andai pendekatan dengan obat ini tidak berhasil maka bisa dengan cara nonfarmakologi (non-obat). Cara kedua ini adalah tindakan ablasi, tindakan untuk mematikan sumber-sumber listrik yang menyebabkan FA sehingga irama jantung akan kembali normal. Namun, Yoga menambahkan, ada beberapa pasien dan kelompok pasien yang bisa langsung dilakukan terapi non-farmakologi  karena dianggap lebih efektif dan lebih bagus untuk jangka panjang. Misalnya pasien FA yang berusia muda di bawah 60 tahun, jika jenis FA-nya simptomatis dan gejalanya mengganggu, ablasi bisa menjadi pilihan pertama.

Faktor Keturunan dan Pola Hidup
Salah satu penyebab seseorang menderita FA adalah faktor keturunan. Menurut Yoga, sekitar 20% pasien FA mendapatkan gen yang berhubungan dengan keturunan. Selain itu, pola hidup  yang tidak sehat juga memiliki dampak yang besar. Oleh karena itu, bagi penderita FA sebaiknya menjaga pola hidup yang sehat, menghindari fastfood, dan mengurangi kadar garam yang tinggi.

“Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI ini memiliki Desa Research di Pamijahan, Bogor, yang ternyata 80% menderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Padahal tempat tinggal mereka di gunung, di kaki Gunung Salak. Kebanyakan dari mereka sebetulnya banyak olahraga, jalan-jalan di gunung, tidak banyak makan kolesterol, tapi pada kenyataannya banyak makan ikan asin.” Jelas Yoga.

Tetap Bisa Olahraga
Aktivitas fisik seperti olahraga memiliki efek yang baik bagi kesehatan tubuh. Namun, bagi penderita FA, olahraga dan aktivitas sehari-hari memiliki kesulitan tersendiri karena terjadinya peningkatan laju jantung yang lebih tinggi.

“Harusnya terjadi peningkatannya sedikit, tapi bagi penderita FA peningkatannya banyak. Akan tetapi olahraga tetap bisa dilakukan tapi tidak ada pembatasan khusus olahraga yang dilakukan  dan olahraga apa pun boleh, yang penting tidak berlebihan,” tukas Yoga.