KlinikStrokeNusantara.com

KLINIK STROKE NUSANTARA

Terima kasih dan Selamat datang di website kami ! Kami hadir khusus untuk menyembuhkan stroke Anda lebih cepat.

Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik), sehingga asupan oksigen pada sebagian atau seluruh otak tidak terpenuhi. Hal ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada sebagian anggota tubuh.

Serangan Stroke bisa terjadi kapan saja. Baik saat si penderita tidur, bekerja, berolahraga, mengendarai mobil, duduk santai menonton televisi, dan sebagainya. Perlu diwaspadai, bahwa terjadinya stroke sering kali tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Bahkan, ketika orang merasa sehat-sehat saja.

Bilamana orang yang Anda cintai terserang stroke, bawalah ke rumah sakit dan minta paksa dirawat di ruang gawat darurat (UGD) atau Intensive Care Unit (ICU). Walaupun, pihak rumah sakit mengatakan cukup dirawat di ruang biasa. Paksa, tetap minta di ruang gawat darurat, agar segera ditangani secara intensif, sehingga kerusakan atau kelumpuhan yang terjadi bisa benar-benar minimal. (Karena banyak rumah sakit tidak tahu harus berbuat apa menghadapi pasien yang terkena stroke, jangan heran, kalau pasien hanya dibiarkan saja).

Setelah dirawat di UGD dan kondisinya stabil, segera hubungi Sinshe Hans di handphone / whatsapp (WA) 0819 3261 8088. Karena banyak pasien stroke bisa pulih lebih cepat setelah diterapi oleh kami, dibandingkan dengan terus dirawat di rumah sakit.

Metode yang dipergunakan oleh Klinik Stroke Nusantara adalah komplementer dan alternatif (tanpa obat). Artinya, apa yang sudah dilakukan medis, dievaluasi. Bilamana efektif, maka diteruskan. Jika tidak, sebaiknya dihentikan atau diganti. Kenapa belum sembuh, karena medis mengobati hanya tubuh (akibatnya). Padahal, manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Di Klinik kami, mengobati pasien harus menyertakan keutuhan manusia, yaitu tubuh, jiwa dan roh (penyebabnya). Karena orang sakit 90 persen disebabkan pikirannya yang negatif.

Pasien-pasien stroke yang dirawat di Klinik Stroke Nusantara, merasakan banyak kemajuan setiap selesai sekali diterapi. Diperlukan 3 sampai 8 kali terapi. Selama ini, hanya 1 (satu) pasien Stroke, seorang pendeta yang lumpuh total (2 kaki dan dua tangan nggak bisa digerakkan setelah operasi) diterapi sampai 9 kali.

Selain Klinik Stroke Nusantara, kami juga menjual dan menyewakan ranjang rumah sakit: ranjangrumahsakit.co.id; kursi roda: kursi-roda.com, sewakursiroda.com, kursirodabekas.com; tabung oksigen: tabungoksigen.net, sewatabungoksigen.com, tabungoksigenbekas.com; regulator oksigen: regulatoroksigen.com; selang oksigen: selang-oksigen.com; sarung tangan karet: sarungtangankaret.com; alat bantu jalan: alatbantujalan.com; perawat orang sakit: yayasanperawatindonesia.com; kasur decubitus: kasurdecubitus.net; suction pump:suctionpump.net; selang NGT: selangNGT.com; urine bag: urine-bag.com dan alat kesehatan lainnya.

Untuk pelayanan bisa diberikan dalam bentuk konsultasi via telepon jika ada pasien yang sibuk, atau tak punya waktu datang ke klinik. Silakan hubungi
Sinshe Hans
di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone/whatsapp 0819 3261 8088, 0822 5858 8909. (... Tarif jasa per sekali datang terapi ke rumah atau rumah sakit Rp. 400.000,- untuk wilayah Jakarta dan
Rp 450.000 untuk Tangerang, Depok, dan Bekasi)

Friday, September 6, 2019

Jakarta Brain Center Siap Cegah Aneurisma

Kasus aneurisma (kelainan pada pembuluh darah) yang dialami artis sinetron Sukma Ayu ternyata menyadarkan banyak pihak betapa pentingnya deteksi dini agar pertolongan maksimal bisa diberikan. Deteksi dini akan memberikan harapan lebih besar untuk kesembuhan dan menghindarkan risiko cacat seumur hidup, bahkan kematian, bagi penderita aneurisma. Susahnya mendeteksi aneurisma sejak dini, selain karena tidak memunculkan gejala spesifik, juga belum tersedianya peralatan untuk mendiagnosis pernyakit yang menyerang pembuluh darah otak, pembuluh darah perut, ataupun pembuluh darah lainnya ini.

Kenyataan ini mendorong RS Abdi Waluyo untuk meluncurkan Jakarta Brain Center (JCB) sebagai pusat diagnostik laboratorik untuk berbagai penyakit gangguan pembuluh darah. Selain mengandalkan tim ahli saraf, seperti Prof. Dr. Yususf Misbach, Dr. Salim Haris, Dr. Med. Jimmy Sugiarto, dan Dr. Hilman, JBC juga ditunjang peralatan canggih Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1.5 teslag yang terbaru dan pertama kali di Indonesia.

"MRI adalah alat canggih untuk mendiagnosis gangguan penyakit pembuluh darah dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio buat menghasilkan gambar dari susunan tubuh kita dalam berbagai potongan. Selain lebih efektif, alat ini juga aman karena tidak ada penggunaan radiasi sama sekali," Prof . Dr. Yusuf Misbach saat meresmikan JBC RS Abdi Waluyo di Jakarta, pekan lalu.

Selain efektif untuk pemeriksaan saraf otak dan pembuluh darah otak, alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk penyakit jantung serta mendeteksi kelainan tulang dan persendian, Secara umum, JBC juga menjadi pusat perawatan dan pelayanan medis untuk berbagai penyakit seperti stroke, trauma otak karena kecelakaan, radang susunan saraf pusat, tumor otak, termasuk epilepsi, parkinson, dan dementia atau kepikunan.

Karena alat ini masih belum banyak tersedia, bagi Anda yang ingin memanfaatkan kecanggihan alat ini harus siap membayar Rp 1,5 juta untuk sekali pemeriksaan standar kelainan pembuluh darah otak dan Rp 2-3 juta untuk mengetahui kelainan di pembuluh darah jantung.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Salim Haris, ahli dan konsultan saraf, mengingatkan pentingnya untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan aneurisma pada siapa pun di segala tingkatan usia. Sebab, selain susah disembuhkan, penyakit ini juga tidak pernah memberi gejala apa pun pada penderitanya, kecuali apabila aneurisma telah membesar atau bergeser. "Apabila membesar, gejalanya biasanya berupa denyutan yang kuat pada pembuluh darah. Namun, jika kecil tidak ada gejala apa pun," kata Dr. Salim. 

Pecahnya aneurisma inilah yang kemudian menjadi penyakit, yang disebut dengan pendarahan subarachnoid. Apabila kondisi ini menjadi semakin parah dapat mengakibatkan seseorang terserang stroke atau bahkan meninggal dunia. 

Pendarahan subarachnoid ini sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu subarachnoid traumatik dan subarachnoid spontan. Pendarahan subarachnoid traumatik bisa disebabkan karena jatuh, tabrakan, atau benturan.

"Pada kasus Sukma Ayu, dia mengalami subarachnoid spontan. Jadi, bukan karena jatuh seperti yang diberitakan selama ini," tambahnya. 

Meski begitu, Dr. Salim menegaskan bahwa seperti aneurisma dapat diantisipasi dengan melakukan pemeriksaan awal dan menghindari faktor risiko seperti terjatuh, kecelakaan, atau benturan di bagian tubuh yang  vital seperti kepala atau perut. @ken